Nggak Mah, nggak dibawa ke Laundry,
Kenapa?
Fatih nyuci sendiri mah….
Masya Allah anak mama hebat bisa nyuci sendiri
Hebat hebat hebat..
Kenapa nyuci sendiri?
Soalnya temen Fatih semuanya pada nyuci sendiri, jadi ya
Fatih nyuci sendiri juga
Subhanallah.. hebat hebat..
Dari pertama masuk pesantren kami menyadari bahwa ini adalah
proses belajar yang membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi menjalani
kehidupan mandiri. Kami pun tidak langsung menugaskan Fatih untuk langsung bisa
mandiri, karena kehidupan sebelumnya kami punya bibi untuk membantu apapun yang
menjadi kebutuhannya. Mulai dari bangun tidur sudah ada yang bangunin, nanti
dipesantren harus bisa bangun sendiri atau jika dibangunin harus segera bangun,
jika tidak bisa maka akan mendapat hukuman atau bisa saja dibentak atau
dimarahi. Mandi pun akan minta disiapkan handuk dan peralatan lainnya, nyiapin
seragam untuk sekolah pun juga selama ini kebiasaaanya disiapkan oleh bibi. Namun
di pesantren tidak bisa begitu, semua harus mandiri harus belajar terus
menerus, bahkan bukan hanya belajar agama, quran hadits, atau pelajaran lainnya
akan tetapi belajar HIDUP, belajar hidup mandiri, mengatur waktu memenejemeni
waktu, diri dan semua yang terkait dengan kehidupan sehari hari.
Bahkan urusan uang saku juga harus bisa mengatur agar bisa
sampai akhir bulan sebelum dikirimin lagi. Dihari pertama kedua dan ketiga
Fatih memang masih sering nelpon, sehari bisa sampe 3 x. Hari pertama yang paling
sering bisa sampe 3x nelpon, hari kedua sudah berkurang menjadi 2 x, dan hari
ke 3 Fatih pun masih nelpon :
Mama, apa kabarnya.. Alhamdulillah Fatih sudah dapet temen
Alhamdulillah.. Oya mas Fatih udah 3 hari pasti sudah ada
baju kotornya ya.. dibawa ke laundry aja ya
Nggak mah, fatih nggak bawa baju kotor ke laundry. Tapi Fatih
nyuci sendiri…
Masya Allah kalimat dari ujung telp itu membuat kami
menangis haru, karena selama ini Fatih tidak pernah nyuci karena ada bibi yang
menyucikan bajunya. Namun hari itu seperti kejatuhan emas karena Fatih bilang
bisa nyuci sendiri bahkan nggak mau laudnry… Subhanallah…
Mas fatih mama bangga sama Fatih.. Anak mama hebat (puji
mamahnya diujung telpon). Tapi ngomong-ngomong kenapa nggak dibawa ke laundry
mas?
Soalnya temen temen Fatih pada nyuci sendiri, jadi ya Fatih
nyuci sendiri deh, serru mah bareng sama temen temen lainnya.
Masya Allah… Subahanllah… hebat hebat, mamanya memberi
semangat.
Saya yang mendengarkan juga turut bangga bahkan nggak
sengaja air mata pun menetes tanda bangga, bahkan saya berucap.
Pelajaran ini belum tentu ada saat Fatih masih dirumah, namun
dengan nyantren kehidupan harus berubah. Inilah Belajar hidup sesungguhnya.
Terima kasih pesantren yang telah mendidik anak-anak menjadi
mandiri, kekhawatiran orang tua dan cenderung berlebihan akan menjadi
penghambat kemandirian anak. Maka disaat anak disekolahkan di pesantren banyak
sekali pembelajaran penting dalam kehidupan ini yang akan mereka pelajari.
Sekali lagi bukan hanya pelajaran formal dan agama akan tetapi belajar hidup
sesungguhnya.
Di Pesantren Daarul Qur’an saya melihat banyak sekali orang
tua santri yang terlalu khawatir dengan sistem atau sarana prasara padahal
mereka sedang belajar hidup sesungguhhnya. Pasrahkan saja, doakan saja mereka
agar mereke bisa menuntut ilmu dengan sebaik baiknya. Insya Allah.
08.41
Unknown
Posted in: 







2 komentar:
aamiin yaa allah.semoga niat orangtua u/ mndidik anak2'a dpt tercapai dgn baik. tak dapat dipungkiri bahwa kekhawatiran dan protes orang tua itu sering kali menghambat proses dan sistem belajar anak2 di asrama/pesantren. terutama pembelajaran u/ hal kemandirian atau tntg bgmn anak mnyikapi kehidupannya.
mantaph tadz, tapi ustadz kan direktur yayasan Daqu, kenapa anaknya tidak mondok di daqu??
Posting Komentar